Haniful. Diberdayakan oleh Blogger.

Optimis is Me

RSS
Tampilkan postingan dengan label Agamaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agamaku. Tampilkan semua postingan

Hukum Memakai Parfume

HUKUM MEMAKAI WEWANGIAN BAGI WANITA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
Assalamu’alaikum Wr. Wb saudara-saudaraku seiman diseluruh negri ini. Semoga rahmat dan nikmat tetap tercurah dan terlimpah pada kita semua J Di hari Minggu yang membahagiyahkan ini, saya akan membahas tentang hukum wanita memakai parfume. Sebagai seorang wanita sosialita yang peduli lingkungan dan selalu mengikuti trand mode. Tentu parfume adalah hal wajib bagi kebutuhan wanita. Benda yang satu ini selalu ada di meja rias kita. Tapi, bagaimanakah sebenarnya hukum wanita memakai parfume??? Ini dia sedikit ulasannya yang saya review dari buku Khumais,Muhammad ‘Atiyah.1984.FIQIH WANITA TENTANG SHALAT.Jakarta Pusat:Media Da’wah.
Diantara perihiasan yang dilarang islam wanita menampakkannya, ialah wewangian. Islam melarang wanita memakai wewangian keluar rumah, bila baunya tercium laki-laki.

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda:

Seorang wanita yang mengenakan wewangian kemudian melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka wanita tersebut adalah seorang pelacur.
[HR An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam “Shohibul Jami” no. 323 menyatakan bahwa hadits ini shohih.]

Wanita mana saja yang berwangi-wangian lalu keluar, dan melewati satu kaum sehingga mereka mencium baunya, maka wanita itu pezina, dan setiap mata berbuat zina.
[HR Nasa’i dalam kitab “Az-zinah” bab “maa yukrahu linnisaa min at-thiib”; Abu Dawud dalam kitab “At-Tarajjul” bab “ma jaa fil mar’ah tatathyyabu lilkhuruj”; Tirmidzi dalam kitab “Al-Adab an Rasulillah Shallallahu alaihi wasallam” bab “ma jaa fii karahiyati khuruujil mar’ah muta’aththirah”; Al-Hakim (2/396); Ahmad (4/400), dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari. Di-hasankan oleh Al-Albani dalam “jilbab al-mar’atil muslimah” (137)]

Siapa saja wanita yang terkena dupa maka jangan menghadiri shalat Isya bersama kami. [HR Abu Hurairah]

Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka ALLAH tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat ke masjid).
[HR Muslim dalam kitab “Ash-shalaah” bab “khuruuj an-nisaa ilal masajid idza lam yatarattab alaihi fitnah”; Abu Dawud dalam kitab “At-Tarajjul” bab “ma jaa fil mar’ah tatathayyabu lil khuruj”; Al-Baihaqi (3/133); Al-Baghawi dalam “syarhus sunnah” (816); Abu Awanah dalam musnadnya (2/17); Abu Ya’la (545), dari hadits Abu Hurairah, dari “Silsilah Ash-Shahihah Syaikh Al-Albani (3605)”]

Siapa saja wanita yang menggunakan wangi-wangian, lalu dia keluar menuju masjid, tidak diterima shalatnya hingga dia mandi.
[HR Ibnu Majah dalam “kitabul fitan” bab “fitnatun nisaa”; Abu Dawud dalam kitab “At-tarajjul” bab “ma jaa fil mar’ah tatathayyabu lil khuruj”; Al-Baihaqi dalam sunan “Al-Kubra” (3/133), dari hadits Abu Hurairah, dari “Silsilah Ash-shahihah (1031)”]

Aku dikaruniai rasa cinta dari dunia kalian; wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam shalat. 
[HR Nasa`i, Ahmad, dan al-Hakim, dari Anas radhiyallaahu anhu]

Tidaklah diterima shalat seorang wanita yang berangkat ke masjid sedang ia memakai parfum. Kecuali ia mandi sebagaimana mandi janabat. [HR Abu Daud]

Janganlah kalian melarang hamba-hamba ALLAH (yang wanita) untuk mendatangi masjid. Tapi hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.” [HR Abu Daud]
Wanita mana saja yang memakai wewangian, lalu ia keluar rumah dan melewati suatu kaum (orang banyak) agar mereka mencium wanginya, maka dia adalah pezina. [HR Ahmad dan al-Hakim]

Sebaik-baik istri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya, dan hartamu di saat engkau pergi. [HR at-Thabrani]


Berdasarkan hadits-hadits tersebut, maka sudah jelas bahwa kaum wanita dilarang memakai wewangian, termasuk parfum, hanya ketika keluar rumah termasuk ke masjid. Islam memberikan batasan tentang penggunaan parfum bagi wanita. Parfum yang hendaknya dipakai muslimah adalah parfum yang baunya tidak menyengat dan menarik perhatian orang lain. Parfum yang dipakai adalah parfum yang hanya tercium oleh dirinya sendiri, atau parfum yang hanya digunakan agar dari tubuh wanita tersebut tidak tercium bau yang tidak sedap, setidaknya pada wanita tersebut tidak tercium bau apa-apa (netral). Sehingga secara fiqih, pemakaian parfum pada wanita bersifat makruh karena jika memakai parfum yang menyengat dapat menarik perhatian lawan jenis.

Pelarangan ini bertujuan untuk menjaga kehormatan kaum wanita. Wangi wanita dapat menimbulkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Akibatnya, akan terjadi zina mata (zina mempunyai banyak tingkatan) dan bisa saja berujung kepada dosa lain yang lebih besar.

Islam mengajarkan agar wanita memakai wewangian hanya ketika di rumah saja dan untuk suaminya saja. Bila ada wanita beralasan bahwa mereka memakai parfum keluar rumah atas seizin suami, maka izin suami tersebut tidak berarti apa-apa karena yang melarang adalah Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam. Suami yang meneladani Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam tentu saja akan menuruti perintah beliau.

Yahya bin Ja’dah meriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, ada seorang wanita yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari wanita tersebut. Umar kemudian memukulinya dengan tongkat dan berkata:
Kalian, para wanita keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian. Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian.

Seorang wanita juga pernah berpapasan dengan Abu Hurairah dan tercium bau parfum dari wanita tersebut. Abu Hurairah kemudian berkata, “Wahai hamba ALLAH, apakah kamu hendak ke masjid?”
“Ya,” jawab sang wanita.
“Pulanglah saja, lalu mandilah. Karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallaahu alahi wasallam bersabda: Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka ALLAH tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat ke masjid).”

Sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua,, Wassalam,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bagaimana islam melihat Pacaran

Assalamu'alaikum Wr. Wb saudara-saudaraku seiman di seluruh plosok Indonesia,, 
kali ini saya akan membahas masalah hal yang sudah menjadi kebiasaan orang islam di Indonesia. Pacaran?? bukan hanya orang-orang kafir yang melakukan perbuatan yang mendekati zina itu. Bahkan orang islampun banyak yang melakukan hal ini. Orang-orang pun menganggapnya hal yang biasa bukan?? bukan mau men judge bahwa Pacaran itu dilarang, remember only Allah can judges,, Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara gamblang. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini.
      Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.
      Meskipun tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pelarangan aktifitas pacaran tersebut.
Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra, 17 : 32)

      Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?
Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll.
Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya
"PACARAN"
      Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia
lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Imam
Muslim)
      Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an berikut:
"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya."
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Imam Ahmad)

"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)

"Demi Allah, tangan Rasulallah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meskipun dalam keadaan memba'iat. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." (HR. Al-Bukhari)

"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR. Malik, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah
r.a. "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan."
(HR. Al-Bukhari dan Ibnu
Majah).

"Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain.
Karena pandangan yang pertama mubah untukmu.
Namun yang kedua adalah haram." (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

"Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat." (HR. Imam Ahmad)

Dari Jarir bin Abdullah
r.a. dikatakan: "Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku." (HR. Imam Muslim)

"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidak-lah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (merendahkan suara) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab, 33 : 32)





Gimana kawan??? kalau anda benar-benar mencintai agama anda lebih baik tinggalkan saja aktivitas pacaran anda. Jika anda benar-benar mencintainya mintalah saja kepada Allah Yang Maha Memberi semoga kalian dipertemukan dipelaminan. Apa anda tega, gara-gara anda, pacar anda melakukan hal yang tidak baik yang menyebabkannya dosa?? Astaugfirullahalazim,,, janganlah begitu saudaraku. Ingatlah Allah Maha Mengetahui segalanya. Tunggulah cinta anda dalam Cinta yang diRidhoi Allah. Aamiin,,

Demikianlah yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat. Maaf bila ada kata-kata yang menyakiti hati, bukan maksud saya. Salam Semangat!!!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hukum melawan kedua orang tua

Segala puji bagi Rabb alam semesta, shalawat dan salam atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.
Saudariku muslimah…
Pernahkah engkau memperhatikan seorang anak kecil yang tengah bersama orang tuanya? Atau, ingatlah masa kecilmu dulu sampai masa sekarang.
Ingatlah betapa besar kasih sayang kedua orang tuamu kepadamu. Ingatlah betapa besar perhatian mereka akan tempat tinggalmu, makan dan minummu, pendidikanmu, serta penjagaan mereka pada waktu malam dan siang. Ingatlah betapa besar kekhawatiran mereka ketika engkau sakit hingga pekerjaan yang lain pun mereka tinggalkan demi merawatmu. Uang yang mereka cari dengan susah payah rela mereka keluarkan tanpa pikir panjang demi kesembuhanmu. Ingatlah kerja keras siang malam yang mereka lakukan demi menafkahimu. Niscaya engkau akan mengetahui kadar penderitaan kedua orang tuamu pada waktu mereka membimbing dirimu hingga beranjak dewasa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan di dalam Al qur’an, agar manusia berbakti kepada kedua orang tuanya.
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil.’” (Al Israa’: 23-24)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam surat An Nisaa’ ayat 36, “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya.” (An Nisaa’: 36)
Jika kita perhatikan, berbuat baik kepada kedua orang tua seperti yang tercantum pada ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mentauhidkan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah. Karena itu bisa kita pahami bahwa tidak boleh terjadi bagi seorang yang mengaku bertauhid kepada Allah tetapi ia durhaka kepada kedua orang tuanya, wal iyadzubillah nas alullaha salamah wal ‘afiyah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Menciptakan dan Allah yang Memberikan rizki, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang berhak diibadahi. Sedangkan orang tua adalah sebab adanya anak, maka keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.
Saudariku, marilah kita belajar dari mulianya akhlaq para salaf dalam berbakti kepada kedua orang tuanya. Sesungguhnya dari kisah mereka kita dapat mengambil pelajaran yang baik. Dari Ibnu Aun diriwayatkan bahwa ia menceritakan, Seorang lelaki ada yang pernah menemui Muhammad bin Sirin di rumah ibunya. Ia bertanya, “Ada apa dengan Muhammad? Apakah ia sakit?” (karena Muhammad bin Sirin suaranya lirih hampir tak terdengar bila berada di hadapan ibunya. red). Orang-orang di situ menjawab, “Tidak. Cuma demikianlah kondisinya bila berada di rumah ibunya.”
Dari Hisyam bin Hissan, dari Hafshah binti Sirin diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Muhammad, apabila menemui ibunya, tidak pernah berbicara dengannya dengan suara keras demi menghormati ibunya tersebut.”
Dari Ibnu Aun diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu hari ibunya memanggil beliau, namun beliau menyambut panggilan itu dengan suara yang lebih keras dari suara ibunya. Maka beliau segera membebaskan dua orang budak.”
Dari Muhammad bin sirin diriwayatkan bahwa ia menceritakan, pada masa pemerintahan Ustman bin Affan, harga pokok kurma mencapai seribu dirham. Maka Usamah bin Zaid bin Haritsah mengambil dan menebang sebatang pokok kurma dan mencabut umbutnya (yakni bagian di ujung pokok kurma berwarna putih, berlemak berbentuk seperti punuk unta, biasa dimakan bersama madu), lalu diberikan kepada ibunya untuk dimakan. Orang-orang bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau melakukan hal itu, padahal engkau tahu bahwa pokok kurma kini harganya mencapai seribu dirham?” Beliau menjawab, “Ibuku menhendakinya. Setiap ibuku menginginkan sesuatu yang mampu kudapatkan, aku pasti memberikannya.”
Saudariku, andaikan (kelak) kita menjadi orang tua, tidakkah kita akan kecewa dan bersedih hati bila anak kita berkata kasar kepada kita, orang tuanya yang telah membesarkannya. Lalu, apakah kita akan tega melakukannya terhadap orang tua kita saat ini? Mereka yang selalu berusaha meredakan tangis kita ketika kecil. Ingatlah duhai saudariku, doa orang tua terutama ibu adalah doa yang mustajab. Maka janganlah sekali-kali engkau menyakiti hati mereka meskipun engkau dalam pihak yang benar.
Cermatilah kisah berikut ini saudariku…
Dari Abdurrahman bin Ahmad, meriwayatkan dari ayahnya bahwa ada seorang wanita yang datang menemui Baqi’ dan mengatakan, “Sesungguhnya anakku ditawan, dan saya tidak memilki jalan keluar. Bisakah anda menunjukkan orang yang dapat menebusnya; saya sungguh sedih sekali.” Beliau menjawab, “Bisa. Pergilah dahulu, biar aku cermati persoalannya.” Kemudian beliau menundukkan kepalanya dan berkomat-kamit. Tak berapa lama berselang, wanita itu telah datang dengan anak lelakinya tersebut. Si anak bercerita, “Tadi aku masih berada dalam tawanan raja. Ketika saya sedang bekerja paksa, tiba-tiba rantai di tanganku terputus.” Ia menyebutkan hari dan jam di mana kejadian itu terjadi. Ternyata tepat pada waktu Syaih Baqi’ sedang mendoakannya. Anak itu melanjutkan kisahnya, “Maka petugas di penjara segera berteriak. Lalu melihatku dan kebingungan. Kemudian mereka memanggil tukang besi dan kembali merantaiku. Selesai ia merantaiku, akupun berjalan, tiba-tiba rantaiku sudah putus lagi. Mereka pun terbungkam. Mereka lalu memanggil para pendeta mereka. Para pendeta itu bertanya, ‘Apakah engkau memilki ibu?’ Aku menjawab, ‘Iya.’ Mereka pun berujar, ‘mungkin doa ibunya, sehingga terkabul’.”
Kejadian itu diceritakan kembali oleh al Hafizh Hamzah as Sahmi, dari Abul Fath Nashr bin Ahmad bin Abdul Malik. Ia menceritakan, aku pernah mendengar Abdurrahman bin Ahmad menceritakannya pada ayahku, lalu ia menuturkan kisahnya. Namun dalam kisahnya disebutkan, bahwa mereka berkata, “Allah telah membebaskan kamu, maka tidak mungkin lagi bagi kami menawanmu.” Mereka lalu memberiku bekal dan mengantarkan aku pulang.
Saudariku muslimah…
Maukah engkau kuberitahu amalan utama yang dapat membuatmu dicintai Allah? Tidakkah engkau ingin dicintai Allah, saudariku? maka sambutlah hadist berikut ini.
“Dari Abdullah bin Mas’ud katanya: ‘Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal paling utama dan dicintai Allah,’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktu), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.’” (HR. Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)
Saudariku muslimah…
Tidakkah engkau ingin selalu dalam keridhaan Allah? Maka, jadikanlah kedua orang tuamu ridha kepadamu, sebab keridhaan Allah berada dalam keridhaan kedua orang tuamu. Dan kemurkaan Allah berada dalam kemurkaan kedua orang tuamu. Seandainya ada seorang hamba datang di hari kiamat dengan membawa amal perbuatan seribu orang shiddiq, namun dia durhaka kepada kedua orang tuanya, maka Allah Tabaaraka wa Ta’ala tidak akan melihat amalannya yang begitu banyak walau sedikit pun. Sedangkan tempat kembali orang seperti ini tidak lain adalah neraka. Dan tidak ada seorang hamba laki-laki atau perempuan yang membuat wajah kedua orang tua atau salah satu dari mereka tertawa, kecuali Allah akan mengampuni semua kesalahan dan dosanya. Dan tempat kembali orang seperti ini adalah surga. Tidakkah kita menginginkan surga, saudariku?
Saudariku muslimah…
Sesungguhnya hak-hak kedua orang tuamu atas dirimu lebih besar dan berlipat ganda banyaknya sehingga apapun yang engkau lakukan dan sebesar penderitaan yang engkau rasakan ketika kamu membantu bapak dan ibumu, maka hal itu tidak akan dapat membalas kedua jasanya. Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu melihat seseorang menggendong ibunya untuk thawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘si ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?” Jawab Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu, “Belum, setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu.” (Shahih Al adabul Mufrad no. 9)
Saudariku muslimah…
Tidakkah engkau ingin diluaskan rizkimu dan dipanjangkan umurmu oleh Allah? Maka perhatikanlah dengan baik sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu dawud 1693)
Saudariku, betapa besar semangat dan bahagianya hati kita ketika silaturrahim kepada teman-teman kita. Perjalanan jauh pun tidak kita anggap sulit. Ketika sudah bersama mereka, waktu seakan berjalan dengan cepat. Lalu, manakah waktu untuk silaturrahim kepada kedua orang tua kita? Beribu alasan pun telah kita siapkan.
Tahukah engkau saudariku, bukankah orang tua adalah keluarga terdekat kita. Maka merekalah yang haknya lebih besar untuk kita dahulukan dalam masalah silaturrahim. Ingatlah pula bahwa merekalah yang selalu berada di sisi kita baik ketika bahagia maupun duka, berkorban dan selalu menolong kita lebih dari teman-teman kita. Lalu, masih enggankah kita membalas segala pengorbanan mereka?
Saudariku muslimah…
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan sebuah keharusan, bahkan hal ini harus didahulukan daripada fardlu kifayah serta amalan-amalan sunnah lainnya. Didahulukan pula daripada jihad (yang hukumnya fadlu kifayah) dan hijrah di jalan Allah. Pun harus didahulukan daripada berbuat baik kepada istri dan anak-anak. Meski tentu saja hal ini bukan berarti kemudian melalaikan kewajiban terhadap istri dan anak-anak.
Saudariku, taatilah kedua orang tuamu dan janganlah engkau menentang keduanya sedikit pun. Kecuali apabila keduanya memerintahkan padamu berbuat maksiat kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak ada ketaatan bagi makhluk apabila pada saat yang sama bermaksiat kepada Sang Pencipta.” (HR. Ahmad)
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu, maka janganlah kamu menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman 14-15)
Sering kali, ketika rasa kecewa telah memenuhi hati kita, kekecewaan yang muncul akibat orang tua yang tidak tahu dan tidak paham akan kebenaran Islam yang sudah kita ketahui, bahkan ketika mereka justru menjadi penghalang bagi kita dalam tafaquh fiddin, kita jadi seakan-akan mempunyai alasan untuk tidak mempergauli mereka dengan baik.
Saudariku, ingatlah bahwa sejelek apapun orang tua kita, kita tetap tidak akan bisa membalas semua jasa-jasanya. Ingatlah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala pun tetap memerintahkan kita untuk mempergauli mereka dengan baik, meskipun mereka telah menyuruh kita berbuat kesyirikan. Ya, yang perlu kita lakukan hanyalah tidak mentaati mereka ketika mereka menyuruh kita untuk bermaksiat kepada Allah dan tetap berlaku baik pada mereka. Lebih dari itu, tidakkah kita ingin agar bisa mereguk kebenaran dan keindahan Islam bersama mereka, saudariku? Tidakkah kita menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka sebagaimana mereka yang selalu menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi kita? Tidakkah kita ingin agar Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya? Karena itu, bersabarlah saudariku. Bersabarlah dalam membimbing dan berdakwah pada mereka sebagaimana mereka selalu sabar dalam membimbing dan mengajari kita dahulu. Jangan pernah putus asa saudariku, batu yang keras sekalipun bisa berlubang karena ditetesi air terus menerus.
Tahukah engkau saudariku, salah satu doa yang mustajab? Yaitu doa dari seorang anak yang shalih untuk orang tuanya. Sambutlah kembali hadiah nabawiyah ini, saudariku.
Dalam hadist Abu Hurairoh radhiyallahu anhu disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila manusia mati, putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairoh radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat derajat bagi hamba-Nya yang shalih ke surga, maka ia bertanya, ‘Ya Allah, bagaimana itu bisa terjadi?’ Allah menjawab, ‘Berkat istigfar anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kelak akan datang kepada kamu sekalian seseorang bernama Uwais bin ‘Amir, anak muda yang belum tumbuh janggutnya, keturunan Yaman dari kabilah Qarn. Pada tubuhnya terkena penyakit kusta, namun penyakit itu sembuh daripadanya, kecuali tersisa seukuran uang dirham. Dia mempunyai ibu yang ia sangat berbakti kepadanya. Apabila ia berdoa kepada Allah niscaya dikabulkan, maka jika engkau bertemu dengannya dan memungkinkan minta padanya memohonkan ampun untukmu maka lakukanlah.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Nah, saudariku. Janganlah engkau enggan untuk berdoa demi kebaikan orang tuamu. Sekeras apapun usaha yang engkau lakukan, bila Allah tidak berkehendak, niscaya tidak akan pernah terwujud. Hanya Allahlah yang mampu Memberi petunjuk dan membukakan pintu hati kedua orang tuamu. Mintalah pada-Nya, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Memohonlah terus pada-Nya dan jangan pernah bosan meski kita tidak tahu kapankah doa kita akan dikabulkan. Pun seandainya Allah tidak berkehendak untuk memberi mereka petunjuk hingga ajal menjemput mereka, ingatlah bahwa Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Janganlah berhenti berdoa saudariku, karena tentu engkau sudah tahu bahwa doa seorang anak shalih untuk orang tuanya tidaklah terputus amalannya meski kedua orang tuanya sudah meninggal.
Sesungguhnya perkataan yang paling jujur adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi kita sholallahu ‘alaihi wassalam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang baru dan diada-adakan dan setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan adalah di neraka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hadits untuk para wanita


"Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] ke seluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
[**] Jilbab ialah sejenisbaju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)
" Katakanlah kepada wanitayang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
يَا أَيُّهَاالنَّبِيُّ قُلْلأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَعَلَيْهِنَّ مِنْجَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلايُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُغَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)
"Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu danisteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] keseluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untukdikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagiMaha Penyayang."
[**] Jilbab ialah sejenisbaju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala,muka dan dada. (al ahzab:59)
وَقُلْلِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّوَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّعَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْآبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْأَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّأَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَامَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَالرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِالنِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَمِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَاالْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)
" Katakanlah kepada wanitayang beriman: "Hendaklah mereka menahanpandangannya, dan kemaluannya, danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kainkudung kedadanya, dan janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suamimereka, atau ayah mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka,atau putera-putera suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atauputera-putera saudara lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuanmereka, atau wanita-wanita Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, ataupelayan-pelayan laki-laki yang tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atauanak-anak yang belum mengertitentang aurat wanita. dan janganlah merekamemukulkan kakinyua agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. danbertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung." (QS An Nuur:31)

Firman Allah SWT dalam Surah Al Ahzab :59 dan Surah An Nuur:31 diatasPerintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita.
lo...mas / mbak admin (TS) wajib dari mana ...???

hukum wajib memakai jilbab ada dijelaskan dalam permulaan surah An Nuur :Firman Allah SWT :
سُورَةٌ أَنْزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنْزَلْنَافِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (١)
" (ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam) nya, dan Kami turunkan didalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya."

pada awal permulaan surah An Nuur telah dijelaskan bahwa hukum hukum yangada di dalam surah An Nuur adalah wajib hukumnya untuk di jalankan. salah satunya yang terkandung dalam surah An Nuur adalah Perintah memakai Jilbab. Dari bunyi ayat diatas jelaslah wanita yang tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah.

Seorang wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk dan patuhkepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam hidupnya,yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluru hanggota tubuhnya,berlengan panjang sampai pergelangan tangannya dan memakai rok yang menutup sampai mata kakinya.

Sadar ataupun tidak setiap kali kita melakukan shalat 5 waktu kitasenantiasa bersumpah kepada Allah SWT, "La syarikallahuwabidzalika ummirtuwa anna minal muslimin. " Yang artinya "Tiadasyarikat bagi Engkau danaku mengaku seorang muslimah" kalimat sumpah dan janji kepada Allah Untukmentaati Perintahnya dan Menjauhi larangannya senantiasa kita ucapkan di dalamshalat. seseorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat hukumannyadidalam neraka.

Katakanlah:Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang palingmerugiperbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalamkehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yangsebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadapayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kamimengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) merekadi harikiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan merekakufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Kusebagai olok-olok.(Surat Al-Kahfi (18) ayat 103-106)
Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalahdosa kecil yangtertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa,zakat dan haji yangmereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaumwanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah,tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya.

Pertanyaan : Ah Masak sih cuman satu ayat aja jadi kufur ......??

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila allah dan rasul-nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai allah dan rasul-nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yangnyata (al ahzab :36)

Jawaban : JIKA ADA YANGMAU TAWAR MENAWAR TENTANG HUKUM ALLAH SILAHKAN TAWAR SENDIRI. Allah SWTmenciptakan kita untuk bertaqwa, mengerjakan perintahnya dan menjauhilarangannya. Jika ada 1 perintah allah SWT yang mau di tawar silahkan ajukan penawaran sendiri.

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di mukabumi tanpaalasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. DAN JIKAMEREKA MELIHAT JALAN YANGMEMBAWA PETUNJUK MEREKA TIDAK MAUMENEMPUHNYA, TETAPI JIKA MEREKA MELIHAT JALANKESESATAN MEREKA TERUSMENEMPUHNYA. Yang demikian itu adalah karena merekamendustakanayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. Danorang-orangyang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemuiakhirat,sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dariapayang telah mereka kerjakan. (Al A'raaf:146-147)

MAHA BENAR ALLAH ATAS SEGALA FIRMAN NYA

Ingatlah wahai Saudariku semua (Jilbab/kerudung) adalah perintah dariAllahSWT, untuk menutup Aurat. Lupakah Kita Bagaimana Adam Dan Hawa DiUsir DariSyurga Karena membuka Aurat mereka....??!?!?!?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara jin berkembangbiak


Sabtu, 01 Maret 2014

Setipa kita pasti pernah terlibat pembicaraan tentang seputar jin. Entah itu hanya gurauan belakang, sunguh-sungguh maupun hanya sebuah tema tidak serius didalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, hal tersebut diawali karena ada salah satu orang yang mengaku pernah melihat sosok jin.
Karena itu lah kali ini saya akan membahas tentang masalah jin itu sebenarnya. Simak baik-baik postingan saya kali ini.

Penciptaan jin
Dalam Ensklopedia Islam Indonesia yang disusun Tim penulis IAIN Syarif Hidayatullah, kata jin berasal dari kata janna, artinya menutupi, merahasiakan atau melindungi.
Pengertian jin,sebagaimana tersirat dalam Al-Qur'an , adalah makhlukhalus yang tidak dapat dilihat oleh manusia sesuai dengan bentuk aslinya.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-A'raf , ayat 27, “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka”.
Selain itu yang jelas , beberapa ayat menyebutkan bahwa jin diciptakan Allah swt , dari api. Di antaranya ; “Dan Ia menciptakan jin dari nyala api”.(QS. Ar-Rahman :15) ; “Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr :27). Sedang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari 'Aisyah.r.a Rassulullah saw. bersabda “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan bagimu.”
Beberapa ulama menafsirkan perihal penciptaan jin dari api tersebut. Al-Qhadi Abu Bakar , seperti dikutip Imam Jalaluddin Suryuthi dalam buku Luqatah al-Marjan fi al-Ahkam al-Jahn mengatakan,”Asal jin itu diciptakan dari api, tetapi kemudia mereka didinginkan , jisim mereka dibuat kasar, dan diciptakan bagi mereka sifat-sifat lain , sehingga mereka keluar dari sifat apinya. Atau Allah menciptakan mereka dari beranekaragam bentuk , atau ciri yang bermacam-macam. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat mereka. Sedangkan orang yang tidak diberikan penglihatan untuk melihat , tidak bisa melihat meeka. Mereka adalah jasad yang lembut dan halus”.
Bahakan dalam satu riwayat , Ibnu Abbas r.a berkata,”Ketika Allah menciptakan bapaknya jin, Samum yang dijadikan dari nyala api – ia berkata.'Hai jin, mintalah apa yang kamu inginkan!' Jin menjawab,' Kami berharap agar kami dapat melihat manusia, tetapi kami tidak terlihat mereka , agar kami menghilang di bawah tanah , dan kami tidak mati, dalam keadaan tua renta, melainkan kembali muda dulu.”

Jin, kehidupan dan perkembangbiakannya
Seperti layaknya manusia, jin pun berkembangbiak dan beranak-pinak. Namun,sesuai kodrat penciptaannya, hukum dan kodrat alam jin jauh berbeda. Ia makan, minum dan bersenggama berdasarkan ketentuan yang telah digariskan Allah swt, kepadanya. Tak aneh, bila jin juga butuh hidup bermasyarakat, berkelompok dan berkeluarga sebagaimana lazimnya manusia.
Bahkan lebih dari itu , golongan jinpun ada yang beribadah , ada yang tidak, serta ada yang baik dan ada pula yang jahat. Jin yang baik dan taat adalah jin muslim, sementara jin yang jahat disebut jin kafir atau setan. Mereka ini nantinya, juga, akan dituntut pertanggung jawaban amal ibadahnya di hadapan Allah swt.
Mereka beraanak pinak seperti layaknya manusia, bahkan kaum jin jumlahnya bisa lebih banyak dari pada anak Adam. Perbandingannya pun bisa jauh berbeda. Bila manusia melahirkan satu anak maka jin melahirkan sembilan anak.
Ibnu Abdil Barr, Ibnu Jarir , Ibnu al-Mudzir , Ibnu Abi Hatim, dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Umar , ia berkata, “Allah membagi manusia dan jin menjadi sepuluh bagian, sembilan diantaranya adalah jin dan satu bagian lagi manusia. Setiap manusia melahirkan satu , namun jin melahirkan sembilan.”
Perkembangan jin yang luar biasa ini ternyata membuat bangsa jin hidup dengan aneka ragam bentuk dan rupa. Diantaranya mereka ada yang pendek , ada yang panjang, ada yang merah ada yang coklat dan putih. Bentuk mereka pun ada yang bagus , ada pula yang buruk. Dan, sesuai dengan bentuknya yang asli, maka jin mempunyai kemampuan untuk berubah bentuk sesuai yang mereka kehendaki.
Ia bisa menjelma menjadi manusia dan bentuk-bentuk hewan seperti anjing, kucing, ular dan yang lain-lainnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah saw. Bersabda ;” Jin itu ada tiga macam: ada jin yang mempunyai sayap dan terbang diudara, ada yang berbentuk ular , dan ada pula yang menetap dan berpindah-pindah.”
Namun menurut Dr.Umar Sulaiman Al-Asyqar dalam buku Rahasia Alam Jin dan Syaitan dikatakan, bahwa jin dan syaitan itu menampakan dirinya ditempat-tempat yang sunyi , bekas-bekas reruntuhan , tempat-tempat najis , tempat-tempat gelap, kebun, kuburan, dan lain-lainnya”
“Segala yang ada di bumi akan lenyap musnah. Yang tetap hanyalah Dzat Tuhanmu yang mempunyai keagungan dan kemuliaan,” demikian Allah swt. Berfirman dalam QS. Ar-Rahman , ayat 26-27. Ayat tersebut meneguhkan bahwa bangsa jin akan binasa sebagimana layaknya manusia. Entah itu dalam proses kematian maupun ketika hari akhir kelak.
Namun, dalam perjalanan kehidupan, umur jin bisa lebih panjang daripada umur manusia. Sebagaimana yang dialami iblis, salah satu jenis jin kafir yang merusak. Dari Abbas bahwa Rasulullah saw pernah bersabda,”Sesungguhnya waktu (umur) telah dilalui iblis , sehingga iblis itu menjadi tua bangka kemudian ia kembali berumur 30 tahun lagi,” Wallahu'alam bil shawab.

Demikian kesimpulan dari kajian yang saya ikuti, semoga ini bisa menambah ilmu kita, dan memperbaiki Iman kita. Aamiin :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tersenyum itu mudah

Text Box: HANIFUL FITRI
Rahasia  senyuman  untuk  awet muda Text Box: HANIFUL FITRI
[Type your address] — [Type your phone number] — [Type your e-mail address]             bismillahirohman nirohim


“Senyumu dihadapan saudara saudaramu adalah sodaqoh”  begitulah kata nabi kita mungkin dari kata itulah kita dapat mengambil kesimpulan bahwa senyum adalah
sedekah termudah dan ringan , namun sebenarnya tersenyum adalah hal tersulit di
hidup kita terbukti saat kita berhadapan dengan musuh kita.

Ternyata senyum itu membawa perubahan yang sanggat menonjol bagi diri kita
sendiri maupun orang lain. Ketika  seseorang tersenyum maka  tampa di sadari
bahwa dirinya mampu membuatorang yang ada di sekitarnya tersenyum pula juga
tempa di sadari dengan senyum terseebut dapat menambah awet muda dari teman seusianya.

Salah satu sebab  yang megakibatan tersenyum dapat membuat kita awet muda
adalah dengan tersenyum kita telah melaukan olahraga ringgan. Yang dapat
mengubah mood seseorang enjadi lebih positif,pikiran kembali fresh dan dpat
membantu pembentukan sel darah merah sehingga orang yang karap tersenyum
jarang terserang penyakit kronis(darah tingi dll).tersenyum merupakan bagian
dari sodaqoh(seperti yang telah tertulis di atas).tersenyum dalam 5 kalinya akan meningkatan peredaran darah dan apabila tersenyum setiapkalinya 5 menit maka
akan meningkatkan kemampuan organ dalam tubuh.

Begitu besar manfaat tersenyum bagi kesehatan. Sehingga hal ini memerlukan
bukti otentik kenala orang tersenyum itu dapat menghasilkan perubahan yang
begitu besar bagi kesuksesan seseoang. Ternyata studi menunjukkan bahwa
senyum tersebut itu bisa menarik piki keatas dan membuat pikiran menjadi ingat
atas ketuhanannya sehingga menghasilkan ketenangan dalam berpikir.

Hal lain yang terbukti akan terbentuknya senyum yang baik menghasilkan perubahan adalah ketika orang melakukan senyum di berbagai pekerjaan yang digeluti.
Seseorang yang tersenyum ketika bekerja akan membawa perubahan yang baik,
seperti menghasilkan banyak produksi, dapat gaji tambahan, hingga kenaikan
pangkat. Hal ini disebabkan akan selalu positif dalam mengerjakan tugas yang
ada sehingga untuk menghasilkan lebih banyak produksi barang atau jasa lagi
menjadi lebih ringan ketika orang tersenyum.

Karena senyum itu membawakan diri sendiri menuju perubahan batin,
akal dan pikiran seseorang dalam menjalankan tugas yang ada. Hal ini
disebabkan orang yang membawa perubahan besar mereka terlihat sering
tersenyum daripada cemberut, sehingga mereka selalu merasa bahwa
dirinya hebat dan tidak ada yang mengalahkan dirinya sendiri 

Dengan peredaran darah yang lancer serta berfikir selalu positif  sanggat segnifikan
untu menjaga kaawetmudaan seseorang

Bukti nabi kita sanggat mengganjurkan umatnya untuk TERSENYUM

1.     Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apa pun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang manis (wajah ceria dan senyuman).” – Hadis Riwayat Muslim.
2.     Senyum merupakan satu senaman berbentuk jogging dalaman yang dapat merangsang seluruh tubuh melaui sistem saraf otak dan juga hormon-hormon. Apabila kita tersenyum, badan turut ‘tersenyum’ dan memperlahankan aliran darah yang melalui sinus ke otak. Ini sangat bermanfaat dalam mengelakkan tekanan darah yang tinggi ke otak.
3.     Apabila kita tersenyum, kita hanya menggunakan 17 otot muka berbanding 43 ketika mengerutkan dahi.
4.     Senyuman bukan hanya sekadar reaksi terhadap sesuatu, malah ia juga terlibat dalam penghasilan endorphin yang mengurangkan kesakitan fizikal dan emosi menjadikan seseorang itu merasa lebih selesa dengan diri sendiri.
5.     Ketawa (berperasaan gembira) sebanyak 100 kali dalam tempoh 24 jam mempunyai manfaat kardiovaskular sama seperti bersenam selama 10 minit. Hal ini demikian kerana apabila kita ketawa, tekanan darah dan kadar degupan jantung meningkat. Seterusnya, kedua-dua kadar ini akan turun lebih rendah daripada paras sebelum ketawa.
6.     “Tawa Rasulullah SAW hanyalah senyuman.” – Riwayat Tirmidzi.
7.     Kajian yang dibuat oleh sekumpulan saintis dari Universiti Pusat Perubatan California menjelaskan terdapat dua jenis ‘stress’ iaitu stress yang baik dan stress yang tidak baik. Senyum dikategorikan sebagai stress yang baik. Stress yang tidak baik akan memberi tekanan kepada sistem ketahanan badan.
8.     Apabila kita senyum, sel pembunuh tumor dan virus semulajadi dalam badan akan bertambah selaras dengan pertambahan Gamma-interferon (protein melawan penyakit), sel T (yang penting untuk sistem pertahanan badan) dan sel B (yang menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit).
9.     Senyuman juga mampu merendahkan tekanan darah, menambah kemasukan oksigen dalam darah dan ini secara tidak langsung merangsang proses penyembuhan.
10.   Senyuman yang diakhiri dengan ketawa mengaktifkan bahan kimia badan dan secara tidak langsung merendahkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, strok, arthritis dan ulser.
11.   Senyuman dan ketawa adalah senaman yang baik kerana ia membabitkan diafragma, abdomen, sistem pernafasan, muka, kaki dan otot belakang badan. Ia ibarat urutan terhadap organ-organ dalam abdomen dan menguatkan otot abdomen, merangsang kedua-dua belah otak dan meningkatkan daya tumpuan belajar. Ia juga melegakan ketegangan otot dan tekanan psikologi, membuatkan otak lebih peka serta bersedia menerima maklumat baru.
12.   Ketawa juga dikatakan mampu memperbaiki fungsi usus, sekali gus meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrient dalam badan.
13.   Senyum mampu menjadi penawar kepada penyakit rohani yang kronik. Ia juga mampu menyejukkan hati yang sedang marah dan memulakan sebuah ukhuwwah.
14.   Dalam ajaran Islam, senyum mempunyai kedudukan yang setaraf dengan bersedekah. Sabda Rasulullah SAW: “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS